Nekad selundupkan Narkotika jenis Sabu, Seorang Pria Calon Penumpang Tujuan Lombok Diamankan Bea Cukai Batam

30

KepriA1.com – Batam | Bea Cukai Batam, untuk ke sekian kalinya kembali mengamankan penumpang asal Batam dengan tujuan Lombok. Penumpang pria, inisial A (43) tersebut ditangkap di Terminal Keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim karena membawa Narkotika jenis sabu yang disembunyikan didalam duburnya, (30/10/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Undani, selaku Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam dalam konferensi pers tertulis kepada awak media KepriA1.com, Rabu 24 November 2021.

Dalam Pers tertulisnya, Undani juga menjelaskan bahwa penumpang yang akan transit di Surabaya tersebut membawa sabu sebanyak 128 gram yang dikemas dalam dua bungkus plastik.

Adapun kronologis kejadiannya, pada Sabtu tanggal 30 Oktober 2021 sekitar pukul 07.20 petugas Bea dan Cukai Bandar Udara Internasional Hang Nadim melakukan kegiatan profiling terhadap penumpang inisial A. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut dan melakukan proses wawancara.

Baca juga :   KPK Tetapkan Bupati Bintan periode 2016-2021 sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana kasus Pengaturan Barang Kena Cukai

Dari hasil wawancara, tulis Undani, yang bersangkutan tidak mengaku mengkonsumsi Narkotika sabu, namun setelah di tes urinnya, yang bersangkutan positif methamphetamine dan amphetamine. Petugas kemudian melakukan body checking dan mengecek dubur penumpang tersebut.

“Setelah dilakukan interogasi, akhirnya yang bersangkutan mengaku membawa sabu yang
disembunyikan lewat anus sebanyak dua bungkus,” lanjut Undani.

Dari hal tersebut, kemudian petugas membawa tersangka ke Rumah Sakit Awal Bros untuk pemeriksaan rontgen dan
hasilnya benar ditemukan dua barang bukti disembunyikan di dalam anus tersangka.

“Petugas selanjutnya membawa tersangka tersebut beserta barang bawaannya ke KPU BC Batam untuk pemeriksaan mendalam,” jelas Undani.

Selanjutnya bungkusan plastik tersebut dibuka untuk diuji kandungan isinya menggunakan narcotest, hasil uji diketahui bahwa isi bungkusan bening tersebut positif mengandung sabu.

Baca juga :   Posko PPKM di Kelurahan Ngenang di Resmikan dan Terima Bantuan Hand Sanitizer dan Masker

“Kemudian tersangka dan barang bukti diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu tanggal 30 Oktober 2021 untuk proses lebih lanjut,” tulis Undani.

Atas Tersangka dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum
Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

Untuk diketahui, Tangkapan sabu di atas merupakan salah satu dari 419 laporan pelanggaran. Untuk pelanggaran atas
komoditi Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) sampai dengan 31 Oktober 2021, terdapat sebanyak 17 tangkapan dengan rincian :

  1. Narkotika Golongan I jenis Methamphetamine sejumlah 10.104,80 (sepuluh ribu seratus empat
    koma delapan) gram;
  2. Narkotika Golongan I jenis Ekstasi sejumlah 65.670 (enam puluh lima ribu enam ratus tujuh puluh) butir;
  3. Psikotropika Golongan IV jenis Happy Five sejumlah 220 (dua ratus dua puluh) butir;
  4. Narkotika Golongan I jenis Kokain sejumlah 2,77 (dua koma tujuh puluh tujuh) gram;
  5. Narkotika Golongan I jenis Cannabis Sativa sejumlah 7,25 (tujuh koma dua puluh lima) gram;
  6. Narkotika Golongan I jenis Tembakau Gorilla sejumlah 5,80 (lima koma delapan) gram.
Baca juga :   Bea Cukai Gelar Apel Bersama Dalam Rangka Perkuat Sinergi Operasi Patroli Laut di Perairan Kepulauan Riau

Apabila ditotal, estimasi nilai atas seluruh barang hasil penindakan sampai dengan 31 Oktober 2021 adalah sebanyak Rp136,11 miliar dan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp60,67 miliar. |*