Gempur Rokok Ilegal dan Miras Ilegal, Bea Cukai Batam Laksanakan Serangkaian Operasi Cukai

60

KepriA1.com – Batam | Bea Cukai Batam melaksanakan serangkaian operasi cukai (Opcuk) di beberapa titik diwilayah kerja Bea Cukai Batam dalam rangka menekan peredaran rokok dan minuman keras (miras) ilegal.

Perihal serangkaian kegiatan tersebut disampaikan Undani selaku Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam dalam press release tertulis kepada KepriA1.com pada Senin (18/10/2021).

Kegiatan tersebut telah berhasil mengamankan barang hasil penindakan sebanyak 63,44 juta batang rokok ilegal dan 553,1 liter miras ilegal, dengan total nilai barang Rp65,8 miliar dan berpotensi merugikan negara hingga Rp.42,15 miliar.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Ambang Priyonggo menjelaskan
bahwa peredaran rokok dan miras ilegal tersebut dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat antara produsen legal dengan yang ilegal.

Baca juga :   Dengan Mengangkat Tema " Respon Vaksinasi Polda Kepri ", Polda Kepri Kembali Melaksanakan Vaksinasi Massal,

“Oleh karena itu, pemerintah hadir dan berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal serta miras ilegal,” ujar Ambang.

Selaras dengan program “Gempur Rokok Ilegal” yang diinisiasi oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk melaksanakan kegiatan pemberantasan rokok ilegal secara serentak dan terpadu se -Indonesia.

Menindaklanjuti program tersebut Bea Cukai Batam melaksanakan berbagai strategi dan operasi, seperti operasi pasar atau Opcuk dengan call sign “Gempur” pada tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 9 Oktober 2021.

“Selama periode opcuk, Bea Cukai Batam berhasil melaksanakan penindakan dari 20
tempat berbeda, seperti di wilayah Sekupang, Batam Center, Punggur, Bengkong,” jelas
Ambang.

Dari 20 tempat tersebut, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan berbagai merek rokok dan miras ilegal.

Baca juga :   Dalam Rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Polda Kepri Gelar Operasi Ketupat Seligi 2021

“Rokok ilegal berhasil kami amankan sebanyak 64.331.764 batang, sedangkan miras ilegal
berhasil diamankan sebanyak 553,1 liter, dengan nilai barang Rp.65.801.581.948,00 dan
potensi kerugian negara yang ditimbulkan sebanyak Rp42.154.436.846,00,” pungkas
Ambang.

Untuk diketahui, Kegiatan operasi cukai tersebut dilaksanakan sebagai wujud nyata dari tugas Bea Cukai dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal yang dapat mengganggu keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal.

Peredaran rokok ilegal juga dapat berimbas pada kesejahteraan masyarakat, karena peredaran rokok ilegal mempengaruhi penerimaan cukai hasil tembakau yang pada akhirnya juga akan berimbas pada penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tiap daerah penghasil tembakau.

Di sisi lain, DBHCHT sangat berperan penting dalam pembiayaan kesehatan, penegakan
hukum, dan kesejahteraan petani maupun pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau. |*

Baca juga :   Wakil Wali Kota Batam Tinjau Pekerjaan Penanggulangan Penanganan Banjir di Kabil, Nongsa