Dit Reskrimum Polda Kepri Lakukan Penyelidikan atas Penganiayaan Siswa di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam

37

KepriA1.com – Batam | Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan atas dugaan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap Siswa di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam,

Hal penyelidikan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, S.I.K., M.Si., Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan, S.Ik, Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri Tetmawati Lubis dan Ketua KPPAD Batam Abdillah, SE, MM, dalam Konferensi Pers di Polda Kepri, Jumat (19/11/2021).

Adapun Murid yang merupakan korban dalam kasus dugaan penganiayaan yang diselidiki tersebut berjumlah lima orang, Inisial IN, Inisial SA, Inisial RA, Inisial GA dan Inisial FA telah dibuatkan Laporan Polisi perihal penganiayaan yang dialami korban.

″Kasus penganiayaan ini sedang ditangani oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Kepri, Laporan Polisi nya sudah dibuat yaitu Laporan Polisi nomor : LP-B / 138 / XI / 2021 / SPKT-Kepri, Tanggal 19 November 2021, ini merupakan bentuk respon cepat dari kita dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di SMK tersebut″ ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Baca juga :   Wali Kota Batam Memutuskan Kota Batam Terapkan PPKM Level 3 Mengikuti Instruksi Mendagri

Saat ini penyidik, Ungkap Goldenhardt, terus bekerja dan terus melakukan penyelidikan, dan terhitung mulai hari ini Laporan Polisi telah dibuat dan dari hasil pemeriksaan sementara para korban ini mendapatkan perlakuan kekerasan sejak kelas 1 sampai dengan korban kelas 3 dan mereka mendapatkan perlakuan kekerasan dikarenakan adanya pelanggaran yang mereka buat.

″Ada beberapa perlakuan yang dialami korban seperti kekerasan Verbal, kekerasan fisik termasuk juga kekerasan dengan menggunakan rantai terhadap anak didik tersebut” ujar Goldenhardt.

Menyikapi hal tersebut, Dit Reskrimum Polda Kepri sudah melayangkan surat untuk permintaan Visum Et Repertum kemudian juga sudah melakukan penyitaan terhadap Dokumen foto korban saat dirantai.

″Tentunya dengan kejadian ini kita sangat prihatin, didalam dunia pendidikan kita masih ada dan terjadi hal-hal yang seperti ini yang sebenarnya tidak boleh terjadi dan tentu juga proses penyidikan terhadap kasus ini terus berjalan dan apabila nanti telah ditemukan dua alat bukti yang kuat penyidik akan meningkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan″ tegas Goldenhardt.

Baca juga :   Wakil Wali Kota Batam Serahkan SK Pengangkatan PNS kepada 130 Pegawai di Lingkungan Pemko Batam

Atas dugaan tindak pidana yang terjadi ini diterapkan juga pasal 80 Jo pasal 76 huruf C Undang-undang no 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap perempuan dan Anak, disamping itu juga penyidik akan menerapkan Pasal 354 KUHP tentang Penganiayaan Berat. Dengan ancaman hukuman diatas 5 Tahun Penjara.

Dalam kesempatan yang sama, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk respon cepat dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi.

″Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya langkah ini merupakan bentuk respon cepat dari kami dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi, kami juga telah melakukan penyelidikan dilapangan dengan mendatangi lokasi kejadian, kemudian juga kami juga mengundang masing-masing pihak terkait dan juga mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa para korban ini″ ujarnya.

Baca juga :   Miliki Narkotika Jenis Sabu, 2 Lelaki inisial A dan IR Diamankan Ditresnarkoba Polda Kepri

Hal senada diungkapkan pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri, Tetmawati Lubis, Ia mengungkapkan bahwa Kasus tersebut sangat disayangkan sekali bisa terjadi. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih terhadap Polda Kepri atas respon cepatnya dalam penanganan kasus tersebut.

“kami dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri sifatnya pendampingan terhadap korban, sekali lagi terima kasih kepada Polda Kepri atas respon cepat tanggapnya″ ujarnya.

Ketua KPPAD Batam, Abdillah, SE, MM yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan tugas pihaknya dari Lembaga Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Anak adalah mengawasi sistem penyelenggaraan perlindungan anak di Kota Batam dan Objeknya adalah semua pihak wajib diawasi dan disoroti bagaimana sistem perlindungan anak tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kami sangat mengapresiasi sekali atas langkah pihak Kepolisian merespon cepat informasi yang kami sampaikan, temuan-temuan yang kami sampaikan direspon dengan cepat oleh Polda Kepri dan terima kasih juga kepada UPTD PPA Provinsi Kepri atas pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban″ tutur Ketua KPPAD Batam Abdillah, SE, MM. |*